Karena sering merengek meminta hewan peliharaan, akhirnya saya pun membelikan putra saya itu seekor hamster. Sebelumnya, saya pun sudah memenuhi keinginannya untuk memelihara ikan. Jadilah ada dua hewan peliharaan di rumah, ikan dan hamster.

Awalnya saya sangat tidak menyukai hewan apapun dipelihara di rumah. Baik hewan ternak maupun hewan peliharan (pet). Namun, karena keterpaksaan, lama-lama saya sangat sayang sama kedua hewan peliharaan putra saya itu. Walaupun secara teknis, memang saya lah yang mengurusnya. Secara, putra saya baru berusia 7,5 tahun, yang hanya bisa berkeinginan tapi belum mampu bertanggung jawab akan hewan peliharaannya itu.

Ikan bukanlah hal yang asing. Karena memang sudah sejak lama manusia memelihara ikan. Namun, hamster baru saya kenal sekitar beberapa tahun ke belakang. Awalnya sih sedikit geli ya, karena mirip tikus. Setelah memelihara hampir sekitar 5 bulan, baru terlihat bahwa hamster jauh beda dengan tikus. Dari segi fisik, bedanya ada di ekor hamster yang lebih pendek dari tikus, telinga hamster lebih kecil dibanding tikus, ukuran tubuhnya yang lebih kecil dan warna bulu hamster yang lebih bervariasi. Dari segi perilaku, hamster senang tinggal di tempat bersih dan tidak lembab, sementara tikus senang di tempat kotor.

Saya sempat membeli dua ekor hamster. Kata murid saya, hamster itu harus ada temannya. Akhirnya saya belilah satu lagi. Tapi ternyata, jauh dari kenyataannya. Setiap hari, dua hamster itu selalu berkelahi, sampai akhirnya, setelah dua minggu bersama, satu hamster berdarah-darah dan akhirnya mati. Saya sempat tidak tega melihat kondisi hamster yang terluka itu. Putra saya pun menguburkan si hamster di belakang rumah kami.

Saya sempat bingung juga saat saya perhatikan koq hamsternya ga tumbuh besar ya? Saya pun menanyakan hal ini pada orang-orang yang paham tentang hamster. Mereka malah bilang bahwa justru itu hamster jenis unggul, soalnya hamster bagus itu adalah hamster yang tidak tumbuh besar, alias stay fit! Berhubung awam masalah hamster, saya pun tidak tahu jenis hamster apa yang saya miliki. Saya pun mencoba mencari datanya di internet. Tapi agak susah juga ya cari datanya. Tapi kalau melihat foto-foto hamster yang ada, menurut saya hamster yang saya pelihara adalah yang berjenis mottled campbell, termasuk mini hamster yang lincah dan jinak. 13264622741811075965

Hamster Campbell adalah jenis hamster yang ditemukan oleh W.C. Campbell pada tahun 1902. Salah satu jenisnya yaitu mottled campbell, dengan ciri-ciri hampir sama dengan panda. Warna dasar putih dengan corak hitam dan abu-abu, terdapat garis dipunggung, keunikannya memiliki bentuk segitiga dikepalanya, lincah, jinak, termasuk mini hamster.

Untuk makanannya, saya pertama kali membeli campuran biji-bijian. Namun, dari berbagai biji-bijian itu, yang dimakan hanya biji bunga matahari. Akhirnya belakangan saya hanya membelikan biji bunga matahari walaupun ada kekhawatiran bahwa hamster kita akan mengalami obesitas. Tapi so far so good. Masih normal. Yang pasti dilarang untuk diberikan pada hamster adalah daun berwarna hijau karena daun hijau akan bisa membunuhnya walaupun tidak langsung.

Perawatan hamster pun tidak terlalu sulit. Cukup membersihkan kandangnya satu atau dua minggu sekali, dan memandikan hamster tersebut menggunakan sabun atau sampo. Setelah itu, kita ganti pasirnya dengan yang bersih. Sementara itu, pasir yang sudah kotor bisa dicuci dan dikeringkan lalu dipakai kembali setelah pasir kering. Selain pasir, kita juga bisa menggunakan serbuk kayu sebagai alas. Mudah kan?

Ternyata memiliki hewan peliharaan cukup menyenangkan ya? Ada ikatan rasa yang entah apa namanya. Rasa sayang pastinya yang paling besar, seperti rasa sayang kita pada sesama manusia.

Selamat berpetualang dengan hamster…:)