tau dah, jatuh cinta emang sakit…

Pesan singkat itu baru saja mampir ke handphoneku. Datang dari seorang seorang sahabat yang sedang “jatuh cinta”. Yang sedang merasakan indahnya dan sakitnya jatuh cinta.

Aku pun membalasnya:

ya, namanya juga jatuh, pasti ada sakitnya donk? itulah seninya jatuh cinta…


Dimana-mana yang namanya jatuh, ya sakit. Bedanya, kalau jatuhnya dikarenakan si cinta, sakitnya pasti berasa nikmat juga. Bagaimana tidak, ketika berdekatan, dunia serasa milik berdua. Baunya serasa harum surga. Keringatnya seperti mutiara yang mengalir. Nafasnya bak oksigen kehidupan. Suaranya pun laksana musik klasik penyejuk jiwa.

Berdua dengan si dia, si penyebab jatuh cinta, dahaga serasa hilang. Lapar serasa kenyang. Gelap serasa terang. Panas serasa sejuk. Tidak ada dunia seindah ketika hati terpaut jalinan benang tipis yang disebut cinta.

Sebelumnya, terkirim pesan seperti ini:

cemburu itu menyakitkan ya? cemburu sama siapa aja yang deket dengan dia. I want to kill my feel..

Aku sempat tersenyum geli membacanya. Sebegitu dalam perasaan cemburu, sampai seseorang ingin menghancurkan rasa itu. Perasaan cemburu pada sang pujaan hati tentulah rasa yang sangat amat wajar. Siapa coba pasangan yang tidak pernah cemburu pada kekasih hatinya? Kalau ada, aku rasa harus dipertanyakan tingkat kasih sayang dan cintanya pada pujaan hatinya. Semua orang merasakan cemburu. Aku pun tidak luput dari rasa itu. Hanya saja, aku pikir rasa itu tidak harus dibunuh, tidak harus disingkirkan, walaupun tidak juga harus dipelihara. Gawat saja kalau kita pelihara dan tumbuh dengan subur bak ilalang tersiram air hujan, bisa tidak sehat akhirnya!

Satu hal yang bisa dilakukan adalah menikmati setiap rasa cemburu yang muncul. Namanya jatuh cinta, akan ada banyak rasa yang menyertainya. Aku rasa kita harus juga memberikan kesempatan kepada si cemburu untuk hadir dan menempati posisi di hati kita. Setelah rasa senang dan bahagia yang menghampiri, tentu kita juga harus menyiapkan porsi rasa cemburu, sedih, marah, kangen di hati kita. Kita tidak bisa dan tidak boleh egois terhadap semua rasa yang muncul akibat rasa cinta kita. Karena itulah seninya bercinta.

Tidak ada senang tanpa ada sedih, tidak ada bahagia tanpa rasa sakit, tidak ada kangen tanpa adanya perpisahan. Maka berikanlah porsi yang pas untuk rasa…karena setiap rasa mempunyai hak untuk bersemayam dihati kita…:)

Semoga sakitnya cinta tidak membuat kita berhenti untuk jatuh cinta….