Guru adalah profesi.

source: harysmk3.wordpress.com

Profesi adalah sesuatu yang melekat pada diri seseorang. Kita akan disebut sebagai profesional karena kita memiliki keahlian satu profesi. Sebagai seorang guru, kita harus bisa berbangga hati karena kita bersanding dengan profesional-profesional lainnya seperti halnya dokter, pengacara, dosen, dll. Dan tentu kita harus pula bersyukur karena kita diakui masyarakat sebagai seseorang yang memiliki keahlian khusus.

Memang terkadang, profesi guru ini masih kurang favorit dibandingkan profesi-profesi lainnya. Dengan alasan? Apalagi kalau bukan karena gajinya yang kecil. Saat ini, masalah gaji sudah sedikit teratasi dengan adanya program sertifikasi guru, walaupun pada perjalanannya banyak kekurangan di sana-sini. Dari adanya pemalsuan ijazah untuk bisa terdaftar sebagai calon penerima sertifikasi, hingga pencairan dana sertifikasi yang terkesan berantakan, karena hampir selalu ada saja dana sertifikasi yang belum cair.

Namun, dibalik kecilnya gaji yang diterima oleh guru bila dibandingkan dengan profesi-profesi lainnya, ada banyak kenikmatan dan berkah yang mengiringinya. Sebut saja, berkah doa. Seorang guru akan memiliki banyak murid, apalagi guru yang sudah bertahun-tahun atau bakan puluhan tahun menagajar anak didiknya. Sudah tidak terhitung berapa banyak murid yang datang dan pergi. Dan tentu saja akan semakin banyak doa yang diperuntukkan untuk kita dari para murid-murid tercinta.

Berkah lainnya adalah ilmu yang bermanfaat, yang secara estafet akan sangat mungkin diturunkan ke orang lain oleh murid-murid kita. Tentu saja ini bukan tujuan kita sebagai pendidik, namun untuk bisa merenungi kenapa sih kita harus bersyukur menjadi seorang guru, kadang hal-hal seperti ini perlu juga kita renungkan, sehingga kita tidak mudah mengeluh dengan apa yang sedang kita jalani saat ini.

Ada kadang terselip juga berkah materil yang mengikuti. Sekedar contoh saja, ketika saya dan teman-teman guru saya sedang makan siang, kami bertemu dengan seorang anak murid beserta ibundanya. Kami pun menyapa mereka dan melanjutkan memesan makan siang kami. Ketika hampir selesai menikmati hidangan kami, si anak murid tiba-tiba menghampiri saya dan memberikan tanda terima pembayaran pesanan kami. Subhanallah, tanpa diminta, kemudahan datang dengan sendirinya.

Contoh lainnya adalah pelatihan-pelatihan yang diperuntukkan untuk para guru. Dengan biaya yang minim, seperti TOT ICT yang diadakan pada 26-27 Desember 2011 lalu, kita masih bisa menikmati indahnya ilmu dan rasa kebersamaan sebagai sesama guru. Nah, kadang hal-hal kecil seperti itulah yang kita lupakan.

Jika kita hanya berkutat memikirkan bahwa gaji kita kecil, maka mulailah kita membuka pikiran kita bahwa penghasilan kita besar. Artinya, walaupun secara kasat mata seperti yang tertera pada kertas slip gaji kita, nominalnya tidak seberapa, namun berkah dibalik nominal-nominal itu jauh lebih besar. Maka sepatutnyalah kita mensyukuri setiap nominal rupiah kita, setiap detik hidup kita , karena Allah SWT masih memberikan nikmat dan berkah yang tiada terhingga.

Semangat untuk para guru Indonesia. Allah SWT akan menyertai setiap langkah dan desahan nafas kita yang diperuntukkan untuk kemajuan anak bangsa.