Pernah dengarkah Anda ungkapan yang bunyinya:

“Dunia tidak selebar daun kelor?”

Nah, bagi saya, justru sebaliknya. Dunia ini selebar daun kelor alias dunia itu sempit ya. Koq bisa? Bisa aja. Karena ternyata, ketika saya mengikuti acara Training on Trainer ICT di Indosat Training & Conference Center (ITCC), saya bertemu lagi dengan pemain lama. Pemain lama yang saya maksud adalah guru-guru yang aktif mengikuti seminar atau training yang diadakan khusus bagi guru.Ada beberapa rekan yang saya kenal ketika kami mengikuti pelatihan menulis di Rumah Perubahan asuhan Pak RhenaldKhasali Juni lalu.

with bu Aries, yang mengenali saya di bis

Awalnya ketika saya dan para peserta training mulai menaiki bis yang disediakan panitia. Karena saya termasuk orang yang gampang mual (alias mabok kendaraan), saya pun memilih duduk di kursi paling depan. Posisi duduk ini cukup membantu mengurangi tingkat mual saya. Peserta lain pun satu per satu menaiki bis. Hingga satu saat, ada seseorang yang menaiki bis dan menyebut nama saya. Saya langsung mencari sumber suara. Dan ternyata ada seorang guru yang mengenali saya dan saya pun sebaliknya (walaupun sebenarnya saat itu saya tidak ingat namanya, red). Saya ingat bahwa kami bertemu di pelatihan menulis di Rumah Perubahan itu. Kami sedikit bernostalgia hingga bis siap melaju membawa kami ke lokasi TOT yaitu di ITCC Purwakarta.

Dunia ternyata semakin sempit ketika saya memasuki kamar yang sudah disiapkan oleh panitia. Berdasarkan data pantia, saya sekamar dengan ibu Nurhasanah dan ibu Nur Fatimah. Saya sendiri tidak mengenal mereka. Sesampainya di kamar, ternyata ibu Nur Fatimah dan bayinya yang berusia 5 bulan sudah ada. Kami pun berkenalan. Lalu datanglah ibu Nurhasanah dan saya memperkenalkan diri saya kembali. Pertama kali bertemu teman sekamar saya, kami masih agak canggung. Karena saat itu kami hanya diberikan waktu satu jam untuk sholat dan makan, kami pun belum bercerita banyak, dan langsung melanjutkan ke cafetaria untuk makan siang.

with bu Nurhasanah, yang mengenali suara saya🙂

Saat materi training berlangsung, saya pun dengan antusias dan serius mendengarkan penjelasan dan aktif memberikan pertanyaan. Karena seringnya bertanya itu, sesampainya di kamar, setelah acara selesai, ibu Nurhasanah mulai mengenali saya. Awalnya ia tidak ingat siapa saya, tapi ketika mendengar suara saya, dia merasa sudah pernah mendengarnya. Usut punya usut, ternyata ibu Nurhasanah ini juga salah satu peserta di pelatihan menulis tersebut! Wow! Saya takjub juga dengannya, mengingat seseorang dari suara. Ajaib!🙂 Atau mungkin suara saya ya yang cukup aneh? lol

ibu nur fatimah dengan bayinya

Dan dunia semakin menciut saja ketika saya berbincang dengan ibu Nur Fatimah. Ternyata si ibu ini pernah bekerja di tempat saya mengajar saat ini! Hmmm….benar-benar kebetulan ya? Dia pun menanyakan perkembangan yayasan kami dan beberapa guru yang masih ia kenal saat itu.

Saya jadi sedikit mengambil kesimpulan bahwa ada beberapa guru yang memang berkeinginan kuat untuk mengupdate dan mengupgrade dirinya untuk lebih maju. Saya rasa, guru-guru yang ikut pelatihan adalah guru-guru terpilih yang konsisten dengan usaha pengembangan dirinya. Saya merasa guru-guru yang ikut pelatihan di mana-mana adalah guru yang itu-itu saja. Walaupun kadang terseleksi oleh alam hingga tersisa guru-guru yang berhati baja dan berkeyakinan batu bara yang tetap setia mengikuti pelatihan-pelatihan yang tersedia.

Melalui TOT ICT ini, selain ilmu, pengalaman, teman baru yang kami dapatkan, kami pun diberi kesempatan untuk saling bersilaturahim dengan rekan-rekan guru yang pernah kami kenal sebelumnya, yang bervisi sama dan memiliki motivasi tinggi untuk selalu belajar dan mengasah diri.

Walaupun pelatihan guru ngeblog itu hal yang baru bagi sebagian besar guru yang ikut pelatihan ini, namun ternyata dampak positifnya luar biasa. Banyak yang mulail terbuka pikirannya, tidak sedikit pula yang merasa tersentil untuk lebih melek teknologi. Semoga IGI Bekasi, BloggerBekasi.Com dan Indosat tidak pernah berhenti untuk menyediakan kesempatan bagi kami para guru yang haus ilmu dan bertekad untuk selalu belajar. Karena menurut saya,

being a teacher is not only teaching but also learning.

Terima kasih kepada Indosat khususnya yang mensupport seluruh kegiatan bagi guru ini. Semoga kepedulian Anda tidak berhenti sampai di sini aja, sehingga mampu mengakomodir rasa haus guru akan ilmu dan amal. Amin🙂