Hak anak….

Satu waktu, saya mengikuti seminar tentang character building. Review nya sudah pernah saya tuliskan di blog saya ini. Seminar tersebut diadakan pada hari minggu agar tidak mengganggu jam KBM di sekolah, karena notabene peserta seminar sebagian besar guru. Sisanya adalah para orang tua atau wali murid….dan, ternyata, ada anak-anak pula!

Pada awalnya saya berpikir “kenapa sih ikut seminar bawa anak? khawatir anaknya rewel, sehingga akan mengganggu jalannya seminar”. Namun, ketika sang pembicara sendiri sangat menghargai dan salut kepada para peserta yang membawa putra-putrinya ke acara semacam ini, saya mempertanyakan kembali isi pikiran saya. Si pembicara saja begitu menghargai keberadaan para anak, kenapa saya yang hanya peserta seminar menjadi terbebani?

Semakin ditelaah, ternyata pemikiran saya benar-benar keliru. Berbicara tentang anak, maka kita akan berbicara pula mengenai hak anak. Anak memiliki hak untuk diperhatikan oleh orang tuanya. Anak punya hak untuk merasa dekat dengan orang tuanya. Anak berhak untuk menerima quality time bersama orang tuanya setelah seminggu tidak mendapatkan waktu penuh dari orang tua mereka yang bekerja.

Maka ketika orang tua mengikuti pelatihan atau seminar di hari-hari libur yang merupakan hak ank, sewajarnyalah anak dapat diikutsertakan ke kegiatan tersebut. Dari sini juga anak akan belajar mengenai dunia orang tua mereka, yang ternyata penuh dengan hal-hal dinamis dan inspiratif.

seorang peserta TOT dengan kedua mujahidnya🙂

Hal yang sama terjadi pula di acara Training of Trainer ICT yang diselenggarakan oleh IGI Bekasi bekerja sama dengn BloggerBekasi.com dan didukung penuh oleh #Indosat4Indonesia. Ada sebagian kecil peserta yang membawa putra-putri mereka ke acara tersebut. Karena saya pernah melihatnya, maka saya tidak merasa aneh atau terganggu. Saya malah sangat salut dan takjub dengan kesabaran sang bunda. Ketika para bunda itu bertekad membawa putra-putri mereka ke satu acara, maka mereka harus siap dengan resikonya. Anak bosanlah, ngambeklah, nangislah, tidak bisa diamlah. Itulah yang saya lihat dari kedua bunda yang membawa putra-putri mereka ke TOT ICT di ITCC Purwakarta tersebut. Dengan sabar, sang bunda tetap melayani hak anaknya, sambil dia mencoba untuk tetap fokus mengikuti dan mendengarkan setiap materi yang disampaikan. Benar-benar wanita-wanita hebat!

seorang peserta lain dengan bayinya yg berusia 5 bulan

Saya rasa, itulah para wanita dan ibu sejati. Dengan tulus ikhlas, mereka mampu membagi hati, pikiran dan tenaganya untuk dua hal penting dalam hidupnya, yaitu buah hatinya dan pekerjaannya yang mulia. Jika masih ada orang yang tidak senang dengan keberadaan mereka, saya rasa mereka harus segera introspeksi diri dan menyadari betapa mereka adalah pribadi-pribadi egois yang tidak mampu memperhatikan hak anak.

Saya merasa bangga juga kepada para pembicara, yang paham tentang pendidikan dan hak anak, dan tidak merasa terganggu dengan hadirnya para mujahid-mujahid cilik dalam ruang pelatihan yang mereka bawakan.

Bagi bunda-bunda sejati, hormat kami padamu, bunda🙂