Hari ini saya membuka blog saya. Saya ingin menulis tapi tidak tahu harus menuliskan apa. Sampai ketika saya masuk ke new post, ternyata ada 2 comment yang menanti persetujuan saya. Saya membukanya dan saya mendapati dua nama. Salah satunya adalah murid saya, Alief.

Tidak banyak yang ia tuliskan di kolom comment tersebut. Bahkan commentnya sendiri tidak berhubungan dengan tulisan saya. Namun, commentnya itu langsung membuatku menitikkan air mata. Entah kenapa, aku selalu mudah terharu, gampang sedih, ketika ada hal-hal yang menyentuh kalbu. Commentnya cuma tertulis:

keep in touch🙂

Alief adalah salah seorang murid sekaligus teman cerita yang cukup menyenangkan. Walaupun kadang suka nyolot dan ga mau kalah (sorry, lif, but it’s true! heheh…), tapi dia enak diajak ngobrol. Saya salut dengan kemampuan Bahasa Inggrisnya yang menurut saya excellent (jangan geer ya, lief?🙂 )

Sejak saya dipindahtugaskan ke unit lain, saya tidak lagi mengajar Alief dan teman-temannya. Padahal saya sudah bersama mereka selama 2 tahun! Awalnya sangat menyedihkan, tetapi saya berusaha tegar. Namun, akhirnya saya sangat jarang berinteraksi dengan mereka karena waktu dan tempat yang sudah tidak satu atap. Dan akhir-akhir ini, setiap melihat alief atau nana (pacarnya.red), saya selalu sedih. Pasti mata saya akan berkaca-kaca. Entah mengapa, saya sangat merindukan mereka, momen-momen berada di antara mereka, ngobrol dengan mereka, bercanda dengan mereka. Tapi apalah daya, kadang hidup memang tidak selalu sesuai dengan keinginan kita. Ada saat dimana kita harus dipisahkan karena keadaan.

Tentu saja, saya akan selalu mengingat mereka dan berusaha untuk berjalan tegar meski kadang perasaan sendiri itu datang dan rasanya sangat menyakitkan. Loneliness really hurts, guys.

I am really missing you, guys. Please, keep in touch.

I miss you, guys😦