Jumat, 2 Desember 2011

Hari ini, seluruh siswa-siswi SMK al muslim sangat sibuk, tegang, deg-degan dan berbagai rasa di dada bercampur aduk layaknya minuman jus yang sedang diblender! hehhee….lebay.com

Bagaimana tidak, selain deadline hafalan tahfiz bacaan sholat sebagai syarat mengikuti Ujian Akhir Semester, hari ini adalah hari bersejarah bagi mereka. Hari yang  mungkin akan diingat dan dikenang selalu sebagai hari seni budaua se-almuslim! Yup, hari ini adalah hari pengambilan nilai Seni Budaya. Para siswa diwajibkan menampilkan apresiasi mereka terhadap karya seni. Agar supaya ada keragaman seni, tampilan pun dibagi berdasarkan tingkatan kelas. Kelas X harus menampilkan Seni Tari Daerah. Kelas XI wajib menampilkan Seni Teater/Drama. Sementara siswa/siswi kelas XII ditugaskan menampilkan Seni Musik, Lagu dan Suara. Kebayangkan bagaimana serunya hari ini?

Berhubung waktu yang disediakan sekolah hanya 180 menit, maka tampilan dipisahkan menjadi per level. Level X dilaksanakan di Ruang Media, Level XI di lobi lantai 2, dan Level XII di aula. Penilaian oleh guru pun dibagi tiga kelompok. Untuk memudahkan penilaian, tim penilai adalah wali kelas dari masing-masing tingkatan tersebut. Sebagai wali kelas X Ak, saya pun ditugaskan menilai Seni Tari dari seluruh kelas X. Ternyata, antusiasme anak-anak sangat tinggi. Ini dibuktikan dengan keseriusan mereka menampilkan tarian sebaik mungkin. Bahkan mereka rela meluangkan waktu mereka yang sedikit untuk latihan kontinyu hingga menyewa kostum menari yang bagus dengan harga yang tidak bisa dibilang murah! Bravo anak kelas X!🙂

salah satu tarian yang ditampilkan oleh siswa SMK al muslim kelas X AK

Namun, ada sebagian kecil siswa putra yang belum menampilkan tariannya. Hal ini sangat disayangkan karena otomatis mereka tidak memiliki nilai Seni Budaya. Mereka harus bisa mengganti harinya dan tetap menampilkan apresiasi seni tari mereka.

Secara keseluruhan, saya dapat menilai bahwa ternyata siswa-siswi al muslim cukup mampu mengapresiasikan Seni Budaya dengan baik. Dengan usaha dan kerja keras yang kadang diwarnai dengan selisih paham antar anggotanya, akhirnya mereka berhasil dengan sukses menampilkan tarian mereka.

Good job, anak-anakku! Keep your spirit!🙂

Selamat berkesenian!