Wahai kawan,

Pernahkah kau merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama? Bahkan sebelum kau bertatapan dengannya? Sebelum kau mulai berbicara padanya? Sebelum kau tahu siapa dia sebenarnya? Sedikit sulit bagi saya membayangkan kita melihat seseorang dan langsung tumbuh benih-benih cinta di sana. Tidak masuk akal menurut saya. Anda mungkin penasaran, mengapa saya mempertanyakan hal ini.

Ini berawal dari sebuah pesan sebenarnya. Sekitar sebulan lalu, saya menerima sebuah pesan melalui jaringan sosial. Si pengirim pesan tidak mengadd saya, hanya mengirimkan pesan saja. Di dalam pesan itu dia menuliskan bahwa dia sedang browsing jejaring sosial dan menemukan foto profil saya di sana. Dia memutuskan untuk menuliskan pesan pada saya karena dia bilang tertarik melihat foto saya dan ingin berkenalan. Saya cukup penasaran dengan si pengirim, yang mengaku tinggal di UK, sehingga saya membalasnya dengan senang hati berteman dengan dia.

Namun balasannya cukup mengejutkan. Kenapa? Karena dia menuliskan bahwa dia jatuh cinta pada saya dan gombalan-gombalan lain yang menurut saya kurang masuk di akal. Bagaimana tidak, seseorang yang hanya melihat foto bisa merasakan jatuh cinta dan merasa yakin dengan perasaannya bahwa “dialah orang yang tepat untuk saya”. Dia meminta nomor handphone saya, namun saya berkelit dengan mengatakan bahwa saya tidak memberikan nomor pribadi ke orang yang belum saya kenal.

Hal ini sebenarnya pernah terjadi juga di tahun 2010. Saat itu saya sempat terbawa suasana dengan selalu membalas email-email yang dikirim secara rutin. Saya tidak tahu apakah ini orang yang sama, atau berbeda. Hanya saja kehidupan pribadinya sama dengan pria yang tersebut di atas. Namun, pada akhirnya, si bule ketahuan juga belangnya. Suatu ketika dia menelepon saya dan meminta saya untuk meminjamkan uang sebesar $5000! Bayangkan…tak pernah saya sekalipun memegang uang dollar, apalagi dengan jumlah sebesar itu. Dengan alasan bahwa dia membutuhkannya untuk memulai usahanya yang baru, dia memohon pada saya untuk membantunya. Dengan perasaan marah dan jengkel karena merasa ditipu, saya langsung sadar bahwa ada modus yang sangat rapih bagi para penjahat luar negeri untuk bisa mengambil uang orang lain dengan mudahnya, yaitu dengan cara pura-pura jatuh kepada targetnya.

Berdasarkan pengalaman di atas, saya sarankan kepada teman-teman sekalian untuk lebih berhati-hati menerima pertemanan atau pengakuan cinta dari seseorang yang belum kita kenal, terutama dari pihak asing. Karena dikhawatirkan, pertemanan mereka hanya sebatas kedok yang bisa dibongkar pasang.

Semoga bermanfaat🙂