Search

Nunung Nuraida

merekam asa, rasa dan cerita

Month

August 2011

Untuk Sahabat

sahabat…

ada dalam ketiadaan

muncul dalam kesendirian

sahabat…

penghibur dalam duka

pengingat dalam suka

sahabat…

ikut sedih dalam kesulitan

ikut senang dalam kegembiraan

sahabat…

rindu berdekatan

sedih berjauhan

sahabat ku….

tak cukup kata untuk mengungkapkan

betapa sayang kami padamu

 

penuh cinta dari sahabat untuk sahabat ku : Titi Robiatul Adawiyah

 

 

 

 

my adorable son :)

Early childhood..

10 months-old-Rayhan

 

Rayhan before school…

3 years-old-rayhan

Rayhan in kindergarten….

morning school wears glasses..

Rayhan in elementary school…

first day at school in class 1...

Love you always, dearest son 🙂

 

 

 

Bukan silaturahmi, tapi silaturahim!

Sebagai seorang penggemar berat sinekuis Para Pencari Tuhan, saya selalu mencoba mengambil hikmah dari setiap dialog atau adegan pada setiap episodenya. Walaupun tahun ini saya tidak terlalu mengikutinya dengan full, tapi saya tetap berusaha meluangkan waktu untuk menontonnya.

Pada satu episode, ada satu hal yang sangat menarik perhatian saya. Adegan dimana Barong, Chlesea, dan Juki datang menjenguk bang Jack di gubuknya yang baru (?). Kedatangan yang seharusnya sangat diharapkan oleh bang Jack, tapi ternyata berakhir dengan keributan di antara mereka. Barong, Chelsea dan Juki yang masih marah dengan tindakan bang Jack yang sudah mengusir mereka dari musholla, merasa bahwa diusirnya bang Jack merupakan balasan akan sikapnya. Mereka tidak menyadari betapa bang Jack sangat merindukan mereka dan menyesali tindakannya itu. Namun, apalah daya, mereka sama2 keras kepala, sehingga pertemuan singkat itu malah berujung dengan pertengkaran.

Namun, satu hal yang cukup menggelitik dan membuat saya takjub adalah pertengkaran mereka bahkan hanya dipicu dari satu kata, dan bisa berisi sebuah nilai positif didalamnya. Ketika Chelsea berkata bahwa kedatangan mereka untuk bersilaturahmi, bang Jack malah mengklarifikasi kata yang dipakai Chelsea itu. “Bukan silaturahmi Chelsea, tapi silaturahim!” jawab Chelsea: “Sama saja, bang Jack!”

Namun, masih sambil emosi, bang Jack menjelaskan bahwa dua kata yang serupa tapi tak sama itu memiliki arti yang berbeda. Silaturahim adalah menyambung kasih sayang, sementara silaturahmi adalah menyambung sakitnya tali pusat setelah melahirkan. Nah, penjelasan bang Jack, ketika kita mengunjungi sanak saudara, handai taulan, teman atau bahkan musuh kita sekalipun, itu adalah dalam rangka upaya kita untuk menyambungkan rasa kasih sayang kita yang mungkin terputus dan terpisahkan oleh jarak dan keadaan. Jadi, bukan silaturahmi, tapi silaturahim!

Saya pikir dialog itu menarik. Tanpa berusaha menggurui, bang Jack sedang menjelaskan perbedaan inti dari penggunaan kata “silaturahmi” dengan “silaturahim”. Kata yang kadang digunakan secara salah. Bahkan masyarakat tidak menyadari bahwa selama ini mereka telah menggunakan istilah yang salah. Dengan caranya yang cerdas dan sederhana, para tim kreatif sinekuis PPT 5, telah berhasil memasukkan nilai-nilai kebenaran, yang tidak membuat masyarakat merasa disalahkan secara langsung, atau tidak merasa digurui.

Seharusnya, sinetron-sinetron lain belajar dari sinekuis PPT ini, yang berbicara secara lugas tentang pembelajaran masyarakat akan sesuatu yang umum tapi terkadang salah penggunaannya. Belajar tentang bagaimana menyampaikan kebenaran dengan cara yang menyenangkan sehingga mampu diterima masyarakat secara luas.

Salut untuk semua tim dalam PPT yang selama lima tahun ini telah membawa angin segar dalam industri persinetronan, yang sederhana tapi lugas, yang kocak tapi tetap bermartabat, yang serius tapi santai.

Semoga saja akan semakin banyak tayangan-tayangan yang mendidik bagi masyarakat. Insya allah 🙂

Sebuah Renungan

ada kalanya hati merasa gundah

tak jarang pula hidup terasa sepi

hidup terasa berat

beban seakan menghimpit

tapi, tahukah sahabat

ketika kita membuka mata lebih lebar

ketika hati mampu menembus sukma

nun jauh di belahan bumi sana

lebih banyak penderitaan

lebih terasa ketidakadilan

namun,

apakah ada keluh kesah mereka?

terlihatkah wajah sedih mereka?

meski hidup mereka penuh rintangan

walau panjang jalan yang harus ditempuh

tidak, sahabatku

mereka berjalan dengan tegar

menghadapi rintangan dengan ikhlas

menikmati hidup dengan bijaksana

menyukuri setiap nikmat yang didapat

akankah kita tetap mengeluh?

meratapi nasib seolah tiada pernah berakhir?

tidakkah kita malu dengan mereka?

bukankah kita lebih baik dari mereka?

sahabatku,

ketika Allah menciptakan kita

Dia tahu mana yang terbaik untuk hamba-Nya

siapa saja yang diberi ujian

tak sedikit pula yang menerima cobaan

tahu kenapa, duhai sahabat?

karena kita manusia sempurna

manusia berakal yang paling tinggi

yang mampu mencari solusi hidupnya

menerjang rintangan seberat apapun

karena itu, sahabat terkasih

berhentilah mengeluh

hilangkan ratapanmu

kembalilah berjuang

dan berakhir sebagai pemenang

“karena Allah bersama orang-orang yang sabar dan tawakal”

The importance of English language

What is so important about learning English?

If we talk about English, it means we are talking about skills. Since language is a skill, we need to use it in our everyday life. What is the use of studying language if we don’t use it? It means it’s useless. Don’t ever bother to learn a language if you don’t want to use it in your life. Language is a means of communication. It is used to communicate with other people. When we want to communicate with our friends who come from Indonesia, of course we use Indonesian language.  When we meet a friend from Java, perhaps, we will speak using Javanese.

However, in this global, sometimes we need to get acquaintance with people from around the world. Since the international language used is English, of course we should speak English with them. So, I think it is a must for us to learn English and use it in our everyday life. It doesn’t  mean that we neglect our own language, but it is our effort to improve our life quality. We already master our first language, so why don’t we try to master another one which is international? I think it is worth it. There is no disadvantage I find if we master English. Whereas, there will be many benefits we can get from mastering the language.

First, we are able to communicate to other people from other countries.

Second, we are able to read any other reference books in English to support our knowledge, such as chemistry books, biology books, etc.

Third, we are able to connect to other people around the world to do our business.

And many more advantages that we can gain from mastering English language. So, I think, we cannot postpone any longer to learn English as our second language. For our better future, it will be good to learn any other language than our first language.

So, start now and speak English! 🙂

Good luck 😀

 

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: