Raker hari pertama…

Wah, raker kali ini sedikit berbeda. Beda dari sebelumnya. Selain ada keyboard untuk sesi selingan musik, pembicaranya juga cukup berbeda. Seorang motivator ulung bernama Aris Ahmad Jaya. Sejujurnya nih, saya belum pernah dengar namanya! Apalagi lihat sosoknya atau bahkan ketemu orangnya langsung! Ini pertama kali nya bagi saya mengenal sosok beliau. Dengan perawakan yang sedang, Pak Aris sangat berkharisma. Terutama dari suaranya. Mantap! Tidak ada keraguan ketika berbicara. Sangat percaya diri dan yakin dengan apa yang dikatakannya. Inspiratif! Dengan bergerak ke sana ke mari, ia terlihat sangat lincah di depan kami. Suaranya yang berat dan bagus (nyanyi nya oke juga, pak!🙂 ) serasa menyihir kami, para guru al muslim, hingga kami terhipnotis memperhatikan beliau. Tidak ada terlihat guru yang ditegur karena mengantuk. Jarang pula yang terlihat bolak-balik ke kamar mandi. Tak tampak wajah bosan di antara kami. Semuanya duduk manis, mendengarkan setiap ucapan yang disampaikan Pak Aris, bahkan kadang tertawa sampai menangis mendengar lawakan-lawakannya yang segar.

Bravo Pak Aris! Anda berhasil membuat raker ini berbeda! Lebih hidup, lebih semangat, lebih ceria dan membuat kami lebih bahagia menerima ilmu-ilmu dari Anda. Tidak banyak sebenarnya poin-poin bahasan beliau. Tapi itulah yang dibutuhkan kami. Sesuatu yang sedikit tapi cukup terpatri di dalam hati dan ingatan kami. Dengan tampilan slide yang cukup menarik diiringi dengan lagu-lagu indah dari Maher Zain, dan juga musik-musik berdentum pembangkit semangat, Pak Aris berhasil membawa kami mengikuti aliran dan rangkaian kata-kata yang disampaikan.

Poin-poin yang kami dapatkan adalah mengenai tiga tipe guru yang ada sekarang, guru nyasar, guru bayar dan guru sadar. Mungkin tidak asing bagi kita mengenai istilah-istilah tersebut, hanya saja nama yang diberikan berbeda dengan yang biasa kita dengar.

Guru nyasar menurut beliau adalah guru yang tidak berniat menjadi guru. Guru ini terpaksa melakukan pekerjaannya dikarenakan mungkin karena tidak ada pekerjaan lainnya. Karena terpaksa itulah, guru ini tidak melibatkan hati nya untuk mendidik siswa-siswanya. Bahkan guru tipe ini cenderung menunjukkan ketidaksukaannya dengan tugas yang diberikan kepadanya.

Guru bayar adalah guru yang orientasinya hanya melulu uang. Ada uang, dia ngajar. Tidak uang, maaf, dia bubar.🙂 Maksudnya disini adalah dia akan mengajar sesuai dengan bayarannya. Walaupun mungkin dia berpotensi lebih, tetapi jika dia merasa bahwa bayarannya tidak sepadan, maka dia tidak akan mengerahkan segala kemampuannya itu. Jika ada tugas tambahan, maka dia akan bertanya; “Ada uangnya, ga?” Kalau ga, ya maaf aja, dia tidak akan melakukannya.

Guru sadar merupakan guru ikhlas yang secara sadar menunjukkan integritas dan totalitas dia mendidik para muridnya. Guru tipe ini akan mengajar dengan hati. Dia akan sangat menyenangkan karena dia merasa bahagia menjadi guru, bahagia menjadi bagian keluarga besar dari para guru, dana bahagia bisa mendidik murid-muridnya menjadi anak yang soleh/solehah dan sukses. Tidak ada ucapan negatif keluar dari mulutnya. Hanya motivasi dan apresiasi positif yang ditunjukkan di depan murid-murid terkasihnya.

Nah, di sini, kita diminta menilai, secara jujur, ada di posisi manakah kita? Hmm…biarlah hal ini menjadi renungan kita semua. Menjadi bahan kontemplasi sehingga kita akan berpikir untuk benar-benar meningkatkan profesionalitas dan integritas kita sebagai guru.

Terima kasih Pak Aris, atas motivasi-motivasi menbangunnya. Kami tergerak untuk berubah. Karena orang yang berani berubah adalah orang yang berpikir, menggunakan segala kemampuan pikirannya dan skillnya serta perasaannya untuk menjadi guru bahagia.🙂