Ada kisah menarik tentang arti seorang guru. Kisah ini saya dapat dari milis eltc2000@yahoogroups.com, dikirim dari Pak Gumawang Jati. (How are you doing, Sir?)

Seorang kepala sekolah berpidato pada pesta perpisahan para murid-muridnya, ia berkata

“Seorang dokter menginginkan anaknya untuk menjadi dokter…

Seorang insinyur ingin anaknya juga menjadi insinyur…

Seorang bisnisman pun berharap anaknya mejadi seorang CEO…

TETAPI seorang guru ingin anaknya menjadi salah satu dari profesi di atas!

Tak seorangpun ingin menjadi guru karena pilihan mereka sendiri! Sangat menyedihkan tapi itulah kenyataan yang ada saat ini.

Para tamu undangan makan malam duduk mengelilingi meja sambil mendiskusikan hidup mereka. Seorang pria, yang juga adalah CEO, mencoba membahas masalah pendidikan. Ia berargumen, “Apa yang bisa dipelajari oleh seorang anak dari sesorang yang memutuskan untuk mendedikasikan hidupnya menjadi seorang guru?”

Untuk lebih menegaskan maksudnya, ia berkata pada tamu lainnya; “Kamu seorang guru, Bonnie. Jujurlah. Apa yang bisa kamu buat?”

Bonnie, seorang guru yang dikenal karena kejujuran dan keterbukaannya menjawab, “Anda benar-benar ingin tahu apa yang saya hasilkan?”

(Ia berhenti sejenak, lalu mulai…)

“Saya membuat anak-anak bekerja lebih keras lebih dari apa yang mereka bayangkan. Saya menjadikan nilai C+ serasa memenangi piala kebanggaan dari kongres. Saya mampu membuat anak-anak duduk sepanjang 40 menit di dalam kelas pada saat orang tua mereka tidak mampu membuat mereka duduk selama 5 menit tanpa sebuah iPod, Game Cube atau film sewaan.

Anda benar-benar ingin tahu apa yang saya hasilkan?

(Ia berhenti kembali dan menatap setiap orang yang ada di meja tersebut)

Saya membuat anak-anak terkagum-kagum

Saya membuat mereka bertanya-tanya

Saya membuat mereka meminta maaf dengan tulus

Saya membuat mereka memiliki rasa hormat dan bertanggung jawab atas tindakan mereka sendiri

Saya mengajarkan cara menulis dan membuat mereka menulis. Tuts keyboard bukanlah segalanya.

Saya membuat mereka membaca, membaca dan membaca.

Saya membuat mereka menunjukkan hasil kerja matematika mereka

dengan menggunakan otak mereka, bukan kalkulator buatan manusia

Saya membuat pelajar dari luar negeri mempelajari segala sesuatu yang mereka butuhkan mengenai Bahasa Inggris dengan tetap mempertahankan identitas budaya mereka yang unik.

Saya menjadikan kelas sebagai tempat yang paling nyaman bagi anak-anak.

Akhirnya, saya membuat mereka memahami bahwa jika mereka menggunakan talentanya, bekerja keras, dan mengikuti kata hati mereka, mereka dapat berhasil di kehidupan mereka.

(Bonnie berhenti terakhir kali dan melanjutkan…)

Lalu, ketika orang-orang berusaha menilai saya dengan apa yang sudah saya hasilkan, dengan pemahaman bahwa uang bukanlah segalanya, saya bisa tetap berjalan tegak tanpa memperhatikan orang lain. Anda ingin tahu apa yang saya buat?

SANGAT BERBEDA DENGAN HIDUP ANDA SEMUA, SAYA MENDIDIK ANAK-ANAK DAN MENYIAPKAN MEREKA MENJADI CEO, DOKTER DAN INSINYUR.

Apa yang bisa Anda hasilkan, Tuan CEO?

Mulutnya terbuka, dan diam.

Betapa tinggi derajat seorang guru. Maka, berbangga hatilah dan berbahagialah, wahai para guru sejati!🙂