Sedikit empati dapat menyelamatkan orang lain.

Gambar diambil dari http://www.gambargratis.com

Demikian semboyan yang digaungkan oleh Departemen Perhubungan demi meningkatkan tingkat keselamatan berkendara di jalan raya. Departemen Perhubungan itu sendiri sedang bersafari ke sekolah-sekolah untuk mengenalkan kepada remaja khususnya dan masyarakat secara umum bagaimana berkendara dengan selamat, atau lebih dikenal dengan istilah safety riding. Hal ini dilakukan untuk lebih mempromosikan program ini dan juga demi meningkatkan tingkat kepedulian para pengendara motor terhadap keselamatan diri mereka dan orang lain.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Departemen Perhubungan, dari seluruh kecelakaan fatal yang terjadi di Indonesia, lebih dari 60% adalah kecelakaan yang melibatkan sepeda motor. Sementara itu, data juga mencatat bahwa korban laki-laki lebih banyak dibandingkan korban perempuan. Penyebab utamanya diantaranya adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan etika berlalu lintas dan kesadaran akan pentingnya perlengkapan keselamatan dalam mengendarai sepeda motor.

Hal ini seolah-olah merefleksikan apa yang terjadi di jalan raya. Sering kali kita menyaksikan bagaimana pengendara sepeda motor kadang tidak mengindahkan marka jalan. Bahkan juga sering dijumpai pengendara sepeda motor yang ugal-ugalan di jalan, serasa jalan milik sendiri. Dan umumnya, pengendara seperti itu adalah kamu laki-laki. Entah apa yang ingin ditunjukkan oleh merek dengan perilaku tersebut. Apakah gaya atau sekedar ingin show-off kalau mereka lihai berkendara sepeda motor. Tapi apalah artinya keahlian, jika hal tersebut dapat menimbulkan bencana bagi dirinya sendiri atau bagi orang lain.

Nah, bagaimana sebenarnya cara yang benar untuk meningkatkan keselamatan kita dalam berkendara sepeda motor?

Menurut booklet yang dikeluarkan oleh pihak Departemen Perhubungan, yang pertama perlu diperhatikan adalah penguasaan kendaraan (handling) yang benar. Diantaranya yaitu:

1. Posisi V

Posisi lengan di stang harus membentuk V, tidak boleh lurus karena akan membuat lengan cepat lelah.

2. Posisi pijakan kaki

Jangan biasakan kaki kanan di atas rem belakang, dimana secara tidak langsung rem akan aktif dan lama-kelamaan dapat menjadi aus dan rusak.

3. Teknik bernafas

Untuk menjaga stamina dan konsentrasi berkendara, bernafaslah secara rileks lewat hidung dan keluarkan lewat mulut.

4. Jarak pandangan

Untuk dapat mengontrol kendaraan secara penuh, jarak pandang pengendara harus luas dan jauh ke depan.

5. Berboncengan

Jumlah pengendara motor maksimal adalah dua orang terdiri dari pengendara dan penumpang, posisi duduk penumpang sebaiknya searah dengan pengendara dan saat menikung memeluk pengendara.

Sementara itu, perlengkapan yang sudah menjadi standar keselamatan pun harus benar-benar diperhatikan. Perhatian penuh terhadap perlengkapan keselamatan ini secara signifikan mampu meningkatkan tingkat keselamatan pengendara di jalan raya. Perlengkapan standar minimum yaitu:

1. Rem; harus optimal.

2. Kaca spion; pengaturan yang memudahkan melihat bagian belakang.

3. Lampu depan; pastikan terang, tidak redup atau mati.

4. Lampu rem; pastika menyala saat mengerem.

5. Lampu penunjuk arah (signs); nyalakan sebelum bepergian.

6. Lampu belakang; periksa sebelum jalan malam

7. Helm SNI

Perilaku berbahaya yang wajib dihindari pengendara sepeda motor yaitu:

1. Membonceng penumpang lebih dari 1 orang (anak atau dewasa)

2. Memuat barang yang berlebihan

3. Tidak lengkapnya perlengkapan keselamatan

4. Berkendara tanpa perlengkapan keselamatan (helm, jaket, sepatu)

5. Kecepatan melebihi ketentuan yang ada

6. Berkendara secara agresif (zig zag)

7. Membiarkan anak di bawah umur mengendarai sepeda motor

8. Berteduh di kolong jembatan

Ada hal lain yang patut diketahui dan dikuasai oleh para pengendara motor, baik pemula maupun mahir, yaitu ketermapilan mengerem dan menikung.

Mengerem dengan menggunakan rem depan belakang secara serempak atau menggunakan mesin dan presneling.

Menikung dengan berbagai teknik, diantaranya:

a. pengendalian dengan posisi berlawanan (counter steering)

b. pengendalian dengan menekan tangki (tank grip)

c. menikung kecepatan rendah (slow cornering)

d. arah menikung (line corner); dan

e. mendahului (overtaking)

Demikianlah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita berkendara sepeda motor. Seluruh pengendara, baik pemula maupun mahir, diharapkan mampu menguasai teknik-teknik dasar keselamatan dan memperhatikan dengan benar perlengkapan keselamatan berkendara atau safety riding. Dengan panduan ini, diharapkan tingkat kecelakaan di jalan raya yang melibatkan kendaraan sepeda motor dapat berkurang atau bahkan hilang sama sekali.

(Seperti yang dituangkan dalam booklet “panduan keselamatan untuk sepeda motor” dari Departemen Perhubungan.)