Delapan dari sepuluh kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor. Dan, 1 dari 3 korban kecelakaan sepeda motor mengalami gegar otak.

Sebagian dari korban cedera kepala yang berat mengalami kerusakan otak secara permanen. Helm yang memenuhi standar keselamatan dan digunakan dengan tepat akan melindungi pengguna sepeda motor dari resiko tersebut.

Helm SNI adalah helm yang memenuhi standar keselamatan yang tertuang dalam SNI 1811-2007. Standar tersebut harus memenuhi semua aspek manufaturing, mulai dari pemilihan bahan, cara produksi sampai dengan pemeriksaan dan uji coba.

Terdapat 2 tipe helm SNI yaitu:

1. Helm standar tertutup (full face);

gambar diambil dari andhikawardhana.blogspot.com

Bentuk helm memenuhi kepala atas, bagian leher dan bagian mulut. Helm tipe ini memberikan pelindungan yang lebih baik terhadap angin, debu, air, batu dan serangga, juga memberikan perlindungan bagi rahang dan gigi.

2. Helm standar terbuka (open face);

contoh helm open face

Bentuk helm yang menutupi kepala sampai dengan bagian leher dan menutup depan telinga.

Sementara itu, kita juga harus mempertimbangkan struktur helm yang kita pakai. Struktur helm yang baik adalah helm yang memiliki tiga lapisan, yaitu:

1. Lapisan luar yang keras (hard outer shell); terbuat dari bahan polycarbonate, didisain untuk dapat pecah ketika terjadi benturan untuk mengurangi dampak tekanan sebelum sampai ke kepala.

2. Lapisan dalam yang tebal (inside shell or liner); terbuat dari bahan polystyrene (styrofoam), untuk meredam benturan dan gesekan dengan maksud melindungi tulang tengkorak dari keretakan.

3. Lapisan dalam yang lunak (comfort padding); terbuat dari bahan lunak dan kain untuk menempatkan kepala secara pas dan tepat di dalam rongga helm.

Bagian lain yang juga sangat penting pada helm SNI adalah:

1. Lubang ventilasi (air ventilation); sebagai sirkulasi udara.

2. Pelindung muka (visor); dari bahan bening (tembus pandang).

3. Lubang pendengaran; agar tetap bisa mendengar suara-suara dari luar.

4. Gesper dagu (chin strap); pengikat helm supaya tidak lepas.

5. Tutup dagu (chin cover); kelengkapan tali pengikat.

Mengapa harus helm berSNI? Tentu saja karena helm SNI sudah teruji dan sesuai dengan standar keselamatan bagi para pengendara sepeda motor. Selain memilih helm yang benar, jangan lupa pula untuk memakai dan memasang helm dengan benar pula.

(Seperti yang tertuang dalam booklet “panduan keselamatan untuk Helm SNI” dari Departemen Perhubungan)