Libur tlah tiba..libur tlah tiba…hatiku gembira…:)

Pekan Raya Jakarta 2011

Keceriaan dan keluguan lagu tersebut benar-benar menggambarkan nuansa liburan sekolah. Banyak yang menantikan momen liburan ini, terutama tentunya anak-anak sekolah. Setelah berkutat dengan pelajaran selama hampir enam bulan lamanya, akhirnya mereka bisa menghilangkan sedikit penat dengan waktu liburan.

Banyak pilihan tempat liburan bagi para orang tua untuk dirayakan bersama putra-putri mereka. Satu diantaranya adalah Pekan Raya Jakarta, atau juga dikenal dengan istilah Jakarta Fair! PRJ yang merupakan acara tahunan Kota Jakarta adalah momen masyarakat Jakarta khususnya, dan masyarakat luar Jakarta secara umum, dalam merayakan hari jadi kota tercinta mereka. Kota metropolitan yang memberikan daya tarik tak terhingga bagi sebagian masyarakat Indonesia ini merayakan hari jadinya setiap tanggal 22 Juni. Untuk merayakannya, pemerintah DKI Jakarta bekerja sama dengan pihak swasta mengadakan Pekan Raya Jakarta sebagai pesta rakyat.

Acara yang rutin diadakan setiap tahun ini tentu saja sudah menjadi acara yang ditunggu masyarakat luas. Dilain sebagai ajang unjuk produksi, PRJ juga dikenal sebagai hiburan rakyat yang dapat dijangkau oleh masyarakat luas, khususnya yang bermukim di kota Jakarta dan sekitarnya. Namun, kemegahan acara ini tidak didukung dengan pelayanan yang memuaskan di beberapa hal. Ambil contohnya masalah parkir. Dengan acara sekaliber PRJ, lahan parkir yang disediakan ternyata belum mampu menampung jumlah kendaraan pengunjung yang memadati areal tersebut. Dari jalur masuk yang tidak cukup rapi (mobil kami hampir tidak bergerak selama 20 menit!), hingga mencari parkiran kosong yang tersedia. Butuh waktu sampai 40 menit untuk bisa mencari lahan parkir bagi mobil kami. Entah bagaimana mereka mengatur jalur masuk mobil, yang pasti mobil masuk dari dua arah berbeda dan bertemu di satu titik, untuk kemudian berebut masuk ke lahan parkir. Ada banyak pula kendaraan yang parkir tidak teratur. Bahkan ada beberapa mobil yang harus menaiki pembatas jalan demi mendapatkan posisi parkir yang terdekat!

Mengingat PRJ adalah acara rutin tahunan, saya beranggapan bahwa pihak penyelenggara harus benar-benar memperhatikan dengan cermat berbagai bagian penting di dalamnya. Salah satunya ya tentang parkir kendaraan. Sebaiknya penyelenggara membuat draft plan yang rapi dengan berbagai antisipasi kejadian yang akan terjadi pada hari pelaksanaan, sehingga parkir di PRJ tidak akan terlihat semrawut seperti sekarang. Dengan perencanaan yang lebih rapi, saya yakin Parkir Ribet Jakarta tidak akan terjadi lagi.

 

Selamat Hari Jadi ke 484, JAKARTA!

Sukses untukmu dan untuk warga Jakarta tercinta….:-)