Search

Nunung Nuraida

merekam asa, rasa dan cerita

Month

June 2011

Siswa SMA Al Muslim yang diterima di universitas (data terbaru)

Daftar Nama Siswa-Siswi SMA Al Muslim yang sudah diterima di universitas (Data sementara per tanggal 6 Juli 2011 pukul 01.11 am):

1. ADZKIA DYAH ARMITA : TEKNIK KIMIA, INSTITUT TEKNOLOGI SURABAYA

2. DWIKO NUGRAHA : TEKNIK ARSITEKTUR, UNIVERSITAS DIPONEGORO, SEMARANG

3. M. ARIEF GILANG PRATAMA : TEKNIK PERTANIAN, UNIVERSITAS SUMATRA UTARA, MEDAN

4. NAUFAL HUSNAN BACHTIAR : TEKNIK KIMIA, UNIVERSITAS SRIWIJAYA, PALEMBANG

5. M. FANANI GAMESTYA MOERAD : TEKNIK ELEKTRO, INSTITUT TEKNOLOGI SURABAYA

6. AUFA FAUZAN : UNIVERSITAS SRIWIJAYA, PALEMBANG

7. ERISHA NURUL UMA : PSIKOLOGI, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI, JAKARTA

8. MIA MULYASARI : ILMU KEPERAWATAN, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI, JAKARTA

9. MUHAMMAD NAUFAL : UNIVERSITAS BRAWIJAYA, MALANG

10. TITI NURDIATI IMANSARI : BIMBINGAN DAN KONSELING, UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA, BANDUNG

11. ACHDIMAS ASJARI : KEHUTANAN, UNIVERSITAS GADJAH MADA, YOGYAKARTA

12. FATAHILLAH NURJATI : KEHUTANAN, UNIVERSITAS GADJAH MADA, YOGYAKARTA

13. BIMA RIANA PUTRA : TEKNIK PERTANIAN, UNIVERSITAS GADJAH MADA, YOGYAKARTA

14. MUHAMMAD JAZULI : INSTITUT PERTANIAN BOGOR

15. GINA MADILA SIDHARTA : INSTITUT PERTANIAN BOGOR

16. AFIATI HARIFUDIN : KEDOKTERAN, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI, JAKARTA

17. ALFINDAH RUSANTI : KIMIA, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI, JAKARTA

18. ANDRIANA WIJAYA : KEDOKTERAN, YARSI, JAKARTA

19. YULIANA ASTUTI : UNIVERSITAS BINA NUSANTARA, JAKARTA

20. AGUSTIN ANGGRAINI : INSTITUT PERTANIAN BOGOR

21. SARTIKA RATIH KUSUMA WARDANI : BIOLOGI, UNIVERSITAS GAJAH MADA, YOGYAKARTA

22. ARUM TUNJUNGSARI : EKONOMI ISLAM, UNIVERSITAS BRAWIJAYA, MALANG

23. FIRYAL YULDA : PRESIDENT UNIVERSITY, LIPPO CIKARANG

24. ALVINA PERMATA : ILMU GIZI, UNIV. PROF. DR. HAMKA, JAKARTA

25. REZA ADI PRATAMA : AGRIBISNIS, UNIVERSITAS BRAWIJAYA, MALANG

26. NOVIANA PUSPA DEWI : FARMASI, UNIVERSITAS PANCASILA, JAKARTA

27. NUNUNG NURIPAH : KEDOKTERAN, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH, JAKARTA

28. ELLISA PUTRI : KEDOKTERAN, UNIVERSITAS DIPONEGORO, SEMARANG

29. ANANDA MAHARANI : YAI

30. ALVIN FAUZAN : TEKNIK SIPIL, UNIVERSITAS TRISAKTI, JAKARTA

31. DJURINDAR HERYANDI PUTRA : TEKNIK ARSITEKTUR, UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA, YOGYAKARTA

Selamat buat yang sudah diterima di universitas. Semoga sukses kuliahnya. Amin. Bagi yang masih berjuang, selamat berjuang, dan jangan menyerah. Keep fighting, kids! 😀

Mohon informasi data terbaru dari berbagai pihak. Terima kasih 🙂

Advertisements

SNMPTN….sebuah perjuangan!

SNMPTN….seperti dua sisi mata uang…ada yang lulus…tidak sedikit yang gagal.

Hari ini adalah hari bersejarah yang dinantikan banyak pihak, terutama para siswa-siswi lulusan Sekolah Menengah Atas. Bagaimana tidak, hari ini merupakan pengumuman ujian SNMPTN tertulis! Setelah kerja keras, usaha tiada henti, doa yang tak sedikitpun terlewatkan, mereka sangat menantikan hasil dari jerih payah mereka selama hampir tiga tahun menuntut ilmu. Inilah waktu mereka untuk menggapai mimpi dan cita-cita mereka. Mimpi yang akan membawa mereka ke kehidupan baru, yang lebih berliku sekaligus menantang!

Bagi siswa yang lulus ujian, tentu hari ini merupakan hari terindah dalam sejarah kehidupan mereka. Hari yang tidak akan mudah terlupakan sebagai batu pijakan melangkah ke dunia kedewasaan berpikir dan bertindak. Hari dimana mereka mulai merangkai kisah dan cerita baru hidupnya. Dengan tekad bulat dan hati yang membuncah karena bahagia, mereka tentu bersiap diri untuk melangkah maju. Tanpa melupakan campur tangan Sang Maha Pemberi Rahmat, mereka akan berjuang demi hidup dan arti dari kehidupan itu sendiri.

Akan tetapi, hal sebaliknya pasti terjadi di lain sisi. Ada banyak kesedihan di antara sekian banyak siswa yang tidak lulus ujian. Banyak air mata tertumpah dan kekecewaan membuncah. Tidak sedikit siswa dan keluarga mereka yang merasakan kepedihan mendalam atas kegagalan ini. Tapi tentu saja, perjuangan tidak berakhir sampai disini saja. Seperti kata pepatah, banyak jalan menuju Roma. Masih ada banyak cara untuk menggapai cita-cita dan mimpi kita. Gagal SNMPTN bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari perjuangan yang baru. Jadikanlah kegagalan ini pemicu untuk usaha dan kerja keras serta doa yang lebih ikhlas. Karena ada zat yang lebih mengenal diri kita, Allah azza wazalla. Dia lah penentu apa yang terbaik bagi diri kita. Tidak melalui SNMPTN, maka Dia telah menyiapkan jalan lain yang lebih baik bagi yang belum berhasil.

Inilah hidup. Ada lulus, ada gagal. Ada kebahagiaan, ada pula kesedihan. Tapi masing-masing telah disiapkan Allah untuk menjadi manusia yang lebih kuat jika kita mampu dengan ikhlas menerima keputusan ini. Maka, janganlah pernah berhenti berjuang, wahai anakku. Kegagalan akan menempa mu menjadi pribadi yang lebih kuat. Perjuangan mu akan menjadi pengalaman hidup mu yang paling berharga.

Selamat sekali lagi untuk yang lulus SNMPTN tertulis. Jangan patah arang untuk para pejuang sejati yang masih harus bekerja lebih keras menggapai mimpi dan cita.

Kami semua bangga denganmu! Bangga dengan segala perjuangan dan keikhlasaanmu…

Mengapa harus helm SNI?

Delapan dari sepuluh kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor. Dan, 1 dari 3 korban kecelakaan sepeda motor mengalami gegar otak.

Sebagian dari korban cedera kepala yang berat mengalami kerusakan otak secara permanen. Helm yang memenuhi standar keselamatan dan digunakan dengan tepat akan melindungi pengguna sepeda motor dari resiko tersebut.

Helm SNI adalah helm yang memenuhi standar keselamatan yang tertuang dalam SNI 1811-2007. Standar tersebut harus memenuhi semua aspek manufaturing, mulai dari pemilihan bahan, cara produksi sampai dengan pemeriksaan dan uji coba.

Terdapat 2 tipe helm SNI yaitu:

1. Helm standar tertutup (full face);

gambar diambil dari andhikawardhana.blogspot.com

Bentuk helm memenuhi kepala atas, bagian leher dan bagian mulut. Helm tipe ini memberikan pelindungan yang lebih baik terhadap angin, debu, air, batu dan serangga, juga memberikan perlindungan bagi rahang dan gigi.

2. Helm standar terbuka (open face);

contoh helm open face

Bentuk helm yang menutupi kepala sampai dengan bagian leher dan menutup depan telinga.

Sementara itu, kita juga harus mempertimbangkan struktur helm yang kita pakai. Struktur helm yang baik adalah helm yang memiliki tiga lapisan, yaitu:

1. Lapisan luar yang keras (hard outer shell); terbuat dari bahan polycarbonate, didisain untuk dapat pecah ketika terjadi benturan untuk mengurangi dampak tekanan sebelum sampai ke kepala.

2. Lapisan dalam yang tebal (inside shell or liner); terbuat dari bahan polystyrene (styrofoam), untuk meredam benturan dan gesekan dengan maksud melindungi tulang tengkorak dari keretakan.

3. Lapisan dalam yang lunak (comfort padding); terbuat dari bahan lunak dan kain untuk menempatkan kepala secara pas dan tepat di dalam rongga helm.

Bagian lain yang juga sangat penting pada helm SNI adalah:

1. Lubang ventilasi (air ventilation); sebagai sirkulasi udara.

2. Pelindung muka (visor); dari bahan bening (tembus pandang).

3. Lubang pendengaran; agar tetap bisa mendengar suara-suara dari luar.

4. Gesper dagu (chin strap); pengikat helm supaya tidak lepas.

5. Tutup dagu (chin cover); kelengkapan tali pengikat.

Mengapa harus helm berSNI? Tentu saja karena helm SNI sudah teruji dan sesuai dengan standar keselamatan bagi para pengendara sepeda motor. Selain memilih helm yang benar, jangan lupa pula untuk memakai dan memasang helm dengan benar pula.

(Seperti yang tertuang dalam booklet “panduan keselamatan untuk Helm SNI” dari Departemen Perhubungan)

 

 

Safety Riding

Sedikit empati dapat menyelamatkan orang lain.

Gambar diambil dari http://www.gambargratis.com

Demikian semboyan yang digaungkan oleh Departemen Perhubungan demi meningkatkan tingkat keselamatan berkendara di jalan raya. Departemen Perhubungan itu sendiri sedang bersafari ke sekolah-sekolah untuk mengenalkan kepada remaja khususnya dan masyarakat secara umum bagaimana berkendara dengan selamat, atau lebih dikenal dengan istilah safety riding. Hal ini dilakukan untuk lebih mempromosikan program ini dan juga demi meningkatkan tingkat kepedulian para pengendara motor terhadap keselamatan diri mereka dan orang lain.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Departemen Perhubungan, dari seluruh kecelakaan fatal yang terjadi di Indonesia, lebih dari 60% adalah kecelakaan yang melibatkan sepeda motor. Sementara itu, data juga mencatat bahwa korban laki-laki lebih banyak dibandingkan korban perempuan. Penyebab utamanya diantaranya adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan etika berlalu lintas dan kesadaran akan pentingnya perlengkapan keselamatan dalam mengendarai sepeda motor.

Hal ini seolah-olah merefleksikan apa yang terjadi di jalan raya. Sering kali kita menyaksikan bagaimana pengendara sepeda motor kadang tidak mengindahkan marka jalan. Bahkan juga sering dijumpai pengendara sepeda motor yang ugal-ugalan di jalan, serasa jalan milik sendiri. Dan umumnya, pengendara seperti itu adalah kamu laki-laki. Entah apa yang ingin ditunjukkan oleh merek dengan perilaku tersebut. Apakah gaya atau sekedar ingin show-off kalau mereka lihai berkendara sepeda motor. Tapi apalah artinya keahlian, jika hal tersebut dapat menimbulkan bencana bagi dirinya sendiri atau bagi orang lain.

Nah, bagaimana sebenarnya cara yang benar untuk meningkatkan keselamatan kita dalam berkendara sepeda motor?

Menurut booklet yang dikeluarkan oleh pihak Departemen Perhubungan, yang pertama perlu diperhatikan adalah penguasaan kendaraan (handling) yang benar. Diantaranya yaitu:

1. Posisi V

Posisi lengan di stang harus membentuk V, tidak boleh lurus karena akan membuat lengan cepat lelah.

2. Posisi pijakan kaki

Jangan biasakan kaki kanan di atas rem belakang, dimana secara tidak langsung rem akan aktif dan lama-kelamaan dapat menjadi aus dan rusak.

3. Teknik bernafas

Untuk menjaga stamina dan konsentrasi berkendara, bernafaslah secara rileks lewat hidung dan keluarkan lewat mulut.

4. Jarak pandangan

Untuk dapat mengontrol kendaraan secara penuh, jarak pandang pengendara harus luas dan jauh ke depan.

5. Berboncengan

Jumlah pengendara motor maksimal adalah dua orang terdiri dari pengendara dan penumpang, posisi duduk penumpang sebaiknya searah dengan pengendara dan saat menikung memeluk pengendara.

Sementara itu, perlengkapan yang sudah menjadi standar keselamatan pun harus benar-benar diperhatikan. Perhatian penuh terhadap perlengkapan keselamatan ini secara signifikan mampu meningkatkan tingkat keselamatan pengendara di jalan raya. Perlengkapan standar minimum yaitu:

1. Rem; harus optimal.

2. Kaca spion; pengaturan yang memudahkan melihat bagian belakang.

3. Lampu depan; pastikan terang, tidak redup atau mati.

4. Lampu rem; pastika menyala saat mengerem.

5. Lampu penunjuk arah (signs); nyalakan sebelum bepergian.

6. Lampu belakang; periksa sebelum jalan malam

7. Helm SNI

Perilaku berbahaya yang wajib dihindari pengendara sepeda motor yaitu:

1. Membonceng penumpang lebih dari 1 orang (anak atau dewasa)

2. Memuat barang yang berlebihan

3. Tidak lengkapnya perlengkapan keselamatan

4. Berkendara tanpa perlengkapan keselamatan (helm, jaket, sepatu)

5. Kecepatan melebihi ketentuan yang ada

6. Berkendara secara agresif (zig zag)

7. Membiarkan anak di bawah umur mengendarai sepeda motor

8. Berteduh di kolong jembatan

Ada hal lain yang patut diketahui dan dikuasai oleh para pengendara motor, baik pemula maupun mahir, yaitu ketermapilan mengerem dan menikung.

Mengerem dengan menggunakan rem depan belakang secara serempak atau menggunakan mesin dan presneling.

Menikung dengan berbagai teknik, diantaranya:

a. pengendalian dengan posisi berlawanan (counter steering)

b. pengendalian dengan menekan tangki (tank grip)

c. menikung kecepatan rendah (slow cornering)

d. arah menikung (line corner); dan

e. mendahului (overtaking)

Demikianlah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita berkendara sepeda motor. Seluruh pengendara, baik pemula maupun mahir, diharapkan mampu menguasai teknik-teknik dasar keselamatan dan memperhatikan dengan benar perlengkapan keselamatan berkendara atau safety riding. Dengan panduan ini, diharapkan tingkat kecelakaan di jalan raya yang melibatkan kendaraan sepeda motor dapat berkurang atau bahkan hilang sama sekali.

(Seperti yang dituangkan dalam booklet “panduan keselamatan untuk sepeda motor” dari Departemen Perhubungan.)

 

 

Sunat bukan Khitan, tapi Khitan wajib diSunat :)

Ketika mendengar kata “khitanan masal”, saya langsung berasumsi “oh, ada acara sunatan masal’! Acara sosial ini menyediakan program sunat gratis bagi anak-anak yang berasal dari keluarga yang kurang mampu (walau kadang-kadang ada juga yang datang dari keluarga cukup berada!) Karena sunat itu wajib bagi setiap laki-laki Muslim, maka salah satu organisasi sosial di Yayasan Al Muslim, yaitu Badan Santunan Mahabbah, rutin mengadakan program khitanan masal ini. Setiap tahunnya, ada sekitar tiga puluh anak-anak usia 4 sampai 13 tahun yang ikut program ini. Selain menyediakan program sunat gratis, pihak penyelenggara juga memberikan bingkisan berupa baju koko, sarung, kopiah, tas dan sedikit uang saku. Program ini cukup menarik minat masyarakat di sekitar lingkungan Yayasan Al Muslim. Bahkan ada juga yang datang dari tempat yang cukup jauh.

BSM YAM mengadakan acara sunatan masal

Namun demikian, ada satu hal menggelitik yang cukup membuat saya sedikit bertanya-tanya dalam hati. Ketika seorang ustadz yang diundang mengisi acara khitanan masal menyampaikan arti kata “khitan” itu sendiri. Menurut beliau, “khitan” berarti kemaluan laki-laki atau perempuan. Yang menjadi pertanyaan saya adalah kenapa masyarakat sering menggunakan kata “khitanan masal”, sementara arti khitan itu bukanlah menyunat kemaluan pria. Pada awalnya saya selalu beranggapan bahwa khitan berarti sunat, artinya memotong sedikit kulit dari ujung kemaluan laki-laki demi alasan kesehatan. Jadi ketika sang ustadz menjelaskan bahwa arti khitan itu adalah kemaluan, saya berpikir bahwa selama ini asumsi saya salah. Dan saya yakin pula bahwa penggunaan kata khitanan masal itu pun menjadi kurang tepat. Sepertinya kita harus sudah mulai mengganti kata “khitanan masal” tersebut menjadi “sunat khitan masal”, mengingat arti harafiah dari kata khitan itu sendiri.

Menurut saya, ada baiknya para pakar bahasa mulai meluruskan kaidah penggunaan bahasa yang tepat, sehingga kita tidak membiarkan penggunaan kata yang salah, tanpa adanya koreksi dari orang yang paham istilah bahasa. Karena kadang-kadang, masyarakat menggunakan istilah tanpa tahu arti sebenarnya dari istilah atau kata yang mereka gunakan.

Dari acara “khitanan masal” itu, saya bisa belajar satu kata, KHITAN! Kecil memang, tapi cukup mampu memperbaiki kesalahan fatal mengenai arti sebuah kata.

Selamat berbahasa Indonesia yang baik dan benar! Semoga kita tidak pernah berhenti untuk belajar dan membelajarkan masyarakat. Insya allah. 🙂

Foto-foto acara sunatan masal BSM YAM:

Daftar ulang peserta sunatan masal

 

 

PRJ = Parkir Ribet, wahai Jakarta!

Libur tlah tiba..libur tlah tiba…hatiku gembira…:)

Pekan Raya Jakarta 2011

Keceriaan dan keluguan lagu tersebut benar-benar menggambarkan nuansa liburan sekolah. Banyak yang menantikan momen liburan ini, terutama tentunya anak-anak sekolah. Setelah berkutat dengan pelajaran selama hampir enam bulan lamanya, akhirnya mereka bisa menghilangkan sedikit penat dengan waktu liburan.

Banyak pilihan tempat liburan bagi para orang tua untuk dirayakan bersama putra-putri mereka. Satu diantaranya adalah Pekan Raya Jakarta, atau juga dikenal dengan istilah Jakarta Fair! PRJ yang merupakan acara tahunan Kota Jakarta adalah momen masyarakat Jakarta khususnya, dan masyarakat luar Jakarta secara umum, dalam merayakan hari jadi kota tercinta mereka. Kota metropolitan yang memberikan daya tarik tak terhingga bagi sebagian masyarakat Indonesia ini merayakan hari jadinya setiap tanggal 22 Juni. Untuk merayakannya, pemerintah DKI Jakarta bekerja sama dengan pihak swasta mengadakan Pekan Raya Jakarta sebagai pesta rakyat.

Acara yang rutin diadakan setiap tahun ini tentu saja sudah menjadi acara yang ditunggu masyarakat luas. Dilain sebagai ajang unjuk produksi, PRJ juga dikenal sebagai hiburan rakyat yang dapat dijangkau oleh masyarakat luas, khususnya yang bermukim di kota Jakarta dan sekitarnya. Namun, kemegahan acara ini tidak didukung dengan pelayanan yang memuaskan di beberapa hal. Ambil contohnya masalah parkir. Dengan acara sekaliber PRJ, lahan parkir yang disediakan ternyata belum mampu menampung jumlah kendaraan pengunjung yang memadati areal tersebut. Dari jalur masuk yang tidak cukup rapi (mobil kami hampir tidak bergerak selama 20 menit!), hingga mencari parkiran kosong yang tersedia. Butuh waktu sampai 40 menit untuk bisa mencari lahan parkir bagi mobil kami. Entah bagaimana mereka mengatur jalur masuk mobil, yang pasti mobil masuk dari dua arah berbeda dan bertemu di satu titik, untuk kemudian berebut masuk ke lahan parkir. Ada banyak pula kendaraan yang parkir tidak teratur. Bahkan ada beberapa mobil yang harus menaiki pembatas jalan demi mendapatkan posisi parkir yang terdekat!

Mengingat PRJ adalah acara rutin tahunan, saya beranggapan bahwa pihak penyelenggara harus benar-benar memperhatikan dengan cermat berbagai bagian penting di dalamnya. Salah satunya ya tentang parkir kendaraan. Sebaiknya penyelenggara membuat draft plan yang rapi dengan berbagai antisipasi kejadian yang akan terjadi pada hari pelaksanaan, sehingga parkir di PRJ tidak akan terlihat semrawut seperti sekarang. Dengan perencanaan yang lebih rapi, saya yakin Parkir Ribet Jakarta tidak akan terjadi lagi.

 

Selamat Hari Jadi ke 484, JAKARTA!

Sukses untukmu dan untuk warga Jakarta tercinta….:-)

 

Trip to Lombok…

Subhanallah….indahnya…
Itulah kata pertama yang terlontar ketika pertama kali saya menginjakkan kaki di Pantai Tanjung Aan. Indah, menakjubkan, bersih, tenang. Saya dan dua sahabat saya pun saling berpandangan ingin menyamakan persepsi kami tentang indahnya pantai ini. This is beyond our expectation. Saya pikir, pantainya pasti sama saja dengan pantai-pantai yang kami kunjungi sebelumnya. Tapi, yang ini benar-benar membuat saya berdecak kagum. Bak berada di surga. Bahkan kata-kata hampir gagal menggambarkan indahnya pantai ini.

Pantai Tanjung Aan

Sehari sebelumnya…

Saya, putra saya dan dua sahabat saya tiba di Bandara Selaparang sekitar pukul setengah delapan malam. Penerbangan yang cukup singkat dari Bandara Ngurah Rai karena hanya memakan waktu dua puluh menit saja! Kami langsung mencari taksi yang akan membawa kami ke Hotel Jayakarta Lombok. Gelapnya malam sedikit menyulitkan kami mencari jalan keluar bandara. Namun akhirnya kami menemukan satu taksi tepat di depan gerbang bandara. Dengan sedikit tawar menawar harga, akhirnya kami naik taksi tersebut dan langsung menuju hotel.
Perjalanan ke hotel sedikit membuat deg-degan karena jalan sangat gelap. Terbiasa dengan penerangan yang cukup di tempat asal kami, Bekasi, keadaan gelap di kota Mataram ini membuat kita merasa berada di perkampungan yang belum terlalu banyak tersedia listrik.
Akhirnya dalam kegelapan malam, kami sampai di hotel. Kami menurunkan koper-koper kami dibantu oleh Pak Supir, yang sangat ramah dan baik. Salah seorang teman saya langsung menuju ke bagian resepsionis untuk cek in, dan kami mendapat kamar yang terletak di lantai satu. Lelah, kami menuju ke kamar hotel dan beristirahat di sana.
Keesokan harinya, kami mencari paket tur yang akan membawa kami keliling lombok. Tidak semuanya sih, tapi minimal bisa menjangkau beberapa objek wisata yang paling sering dikunjungi wisatawan. Rute yang akhirnya kami setujui adalah ke pusat pembuatan tembikar, kampung Sade, dan pantai Kuta dan terakhir ke pantai Tanjung Aan.

Dengan menyewa satu mobil, kami pun memulai penjelajahan kami. Berangkat pukul sembilan pagi, kami dibawa ke pusat pembuatan tembikar. Kami diajak melihat proses pembuatan tembikar. Bahkan putra saya dan dua teman saya ikut mencoba membuat satu produk tembikar tersebut, yaitu hiasan meja berbentuk gajah dan kura-kura. Kami cukup memberi uang sebesar sepuluh ribu rupiah dan hasilnya bisa kami bawa pulang.

Membuat Tembikar
Puas melihat dan membeli produk tembikar, kami pun melaju ke Kampung Sade, kampung masyarakat asli Lombok. Masyarakat kampung Sade adalah masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari hasil kerajinan tangan mereka sendiri. Seluruh keluarga beranak pinak di sana, sehingga kampung itu menjadi sangat padat. Di sepanjang gang, banyak dijual hasil kerajinan tangan mereka seperti manik-manik dan kain khas Lombok.

Kampung Sade

Matahari semakin tinggi. Kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke pantai Kuta. Melewati jalan berdebu, dan sepi, mobil melaju tidak terlalu cepat. Akhirnya kami sampai di pantai Kuta. Namun, Pak Sopir menyarankan kami untuk mengunjungi pantai Tanjung Aan dahulu, nanti sepulang dari sana, baru kami berhenti di pantai Kuta. Kami menurut saja. Kami pikir tidak rugi juga koq! 🙂

Pantai Tanjung Aan

Akhirnya kami sampai lah di pantai surga itu. Seperti yang saya gambarkan  di awal, indah sekali. Dengan perpaduan tiga warna, pantai itu bagaikan pelangi di dasar laut! Amazing!

Kami pun langsung berfot0-foto ria. Bak foto model, setiap jepretan kamera, kami berganti gaya. Seru sekali. Hampir tak ingin lepas mata ini memandang indahnya pantai ini.

Pantai Kuta

Dengan sedih, kami terpaksa harus meninggalkan pantai karena hari sudah sore. Kami ingin mampir dahulu sebentar di pantai Kuta yang tadi cuma kami lewati saja. Sedikit bergaya ketika difoto, kami memutuskan untuk kembali ke hotel. Khawatir hari akan gelap ketika kami tiba di hotel nanti.

Mobil pun melaju…meninggalkan jejak kaki kami di pantai Tanjung Aan dan Kuta….:)

 

Pohon Gundul

Ada satu pohon

Tanpa daun

Entah pohon apa namanya

Karena panas

daunnya berguguran

unik dan indah

berasa di musim gugur

walaupun belum pernah merasakan 🙂

 

 

Man Jadda Wajada

Siapa yang bersungguh-sungguh, ia pasti berhasil.”

Kalimat itu mengawali perjumpaan kami dengan seorang penulis berbakat. Bukunya yang berjudul Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna telah menjadi novel yang sangat popular akhir-akhir ini. Ya, ia adalah Ahmad Fuadi, seorang wartawan yang telah berkeliling dunia ke lebih dari tiga puluh Negara. Pria dengan perawakan kecil itu adalah sosok seorang penulis yang kalem, murah senyum, dan ramah. Ia bercerita bagaimana mengawali proses menulisnya. Proses yang menurut ia banyak dipengaruhi oleh jiwa petualangnya. Dengan kalimat magis di atas, pria kelahiran Sumatra Barat itu menggantungkan mimpinya.

Gb. 1. Ahmad Fuadi dengan kalimat saktinya “man jadda wa jadda.”

Ahmad Fuadi berasal dari keluarga yang bersahaja. Ibunya adalah seorang guru seperti saya. Ia dipaksa orang tuanya untuk melanjutkan sekolah ke Pesantren Gontor yang terletak ribuan kilometer dari desa asalnya. Berada di pulau yang berbeda, Ahmad Fuadi remaja harus berangkat sendiri ke sekolahnya yang baru dengan menggunakan bis. Perjalanan yang panjang dan melelahkan tapi ia tetap bertekad tetap berjuang demi membahagiakan kedua orang tuanya.

Inilah awal hidup baru bagi Fuadi remaja. Sendiri tanpa sanak saudara, akhirnya ia bisa menemukan kehidupan baru dalam pesantren. Sekolah dengan para pengajar yang sangat ikhlas yang pernah ia kenal. Bersama sahabat-sahabat barunya di sana, ia bermimpi. Mimpi menginjakkan kaki di negara-negara di dunia dengan kekhasan masing-masing. Dari sinilah cerita novel itu berawal. Dari mimpi enam orang bersahabat yang dituangkan ke dalam imajinasi penulis yang sangat luas.

Gb. 2. Saat saya membeli bukunya yang berjudul Negeri 5 Menara.

Dari mulutnya mengalir proses awal ia menulis. Berbekal pengalamannya sebagai wartawan, ia mencoba membuat novel yang berawal dari kisah kehidupan pribadinya. Dengan bumbu-bumbu drama yang ditambahkan di sana-sini, jadilah novel itu memikat minat banyak pembaca di tanah air.  Menurutnya, setiap orang bisa menulis. Siapapun itu. Hanya saja, sedikit orang yang mau meluangkan waktunya untuk benar-benar memaksa diri mereka untuk menulis. Menjadi penulis yang baik tidak bisa instan. Artinya sekali menulis langsung jadi atau berhasil. Menulis butuh latihan. Ada banyak kisah orang tentang proses mereka menulis. Kadang mereka akan terhenti di tengah jalan ketika mood menulisnya hilang atau idenya pergi entah kemana. Bagi seorang penulis, kita harus pandai mejaga konsistensi penulisan kita. Kita harus berani menjadualkan waktu untuk menuangkan ide-ide kreatif kita. Jika tidak, maka penulisan kita tidak akan pernah sampai akhir.

Ia sendiri mengungkapkan gaya penulisan masing-masing orang bisa  berbeda. Bagi ia sendiri, ia akan memulainya dengan membuat peta konsep (mind mapping). Dari peta konsep tersebut, ia membuat ide-ide pendukung sehingga peta konsepnya akan menjadi lebih luas. Tidak ada batasan berapa banyak peta konsep yang dibuat. Kita dapat menyesuaikan dengan keseluruhan bahasan yang akan ditulis. Setelah peta konsep, kerangka tulisan dibuat untuk mempermudah mengawali tulisan kita. Kerangka tulisan ini mirip seperti daftar isi. Sehingga urutan-urutan tulisan kita akan tertuang secara kronologis. Langkah terakhir adalah pengembangan ide dalam sebuat paragraf. Karena inti tulisan kita adalah bagaimana kita menuangkannya dalam paragraf-paragraf bermakna yang kemudian akan menjadi sebuah buku yang kita harapkan.

Langkah-langkah penulisan tersebut bukanlah harga mati. Artinya kita dapat mencoba melakukanya, tapi ketika langkah tersebut tidak cocok dengan gaya kita, maka kita dapat mencoba menulis dengan cara lain. Yang pasti harus diingat adalah “tuliskan semuanya”. Kita awali dengan mulai menulis apa saja, tanpa berusaha untuk mengedit tulisan kita. Setelah tulisan kita selesai, barulah kita luangkan waktu untuk membaca kembali apa yang telah kita tulis, dan memberikan koreksian jika diperlukan.

Gb. 3. Ahmad Fuadi menandatangani novel nya untuk para penggemar.

Bagi seorang Ahmad Fuadi, referensi menulis sangat diperlukan. Ketika ia sudah mulai kehabisan kata-kata atau ide, ia akan mulai membuka kembali catatan hariannya, atau foto-foto kenangannya, bahkan surat-surat yang ia kirimkan ke orang tuanya. Karena baginya, referensi sangat dibutuhkan bagi seorang penulis. Referensi memperkaya ide dan kekuatan bahasa yang akan kita gunakan. Untuk itulah, kita harus membekali diri kita dengan banyak bacaan dan pengalaman.  Banyak membaca akan menambah ide bagi tulisan-tulisan kita nantinya.

Mulailah menulis dari sekarang, sahabat. Kami menanti hadiah-hadiah tulisan yang indah yang tertuang dari jari jemari lentik Anda semua.

Selamat Menulis! J

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: