Bagaimana liburan Anda kali ini?


Liburan sekolah telah berakhir. Waktunya kembali membenahi diri untuk menyambut mentari esok pagi, yang entah bersinar cerah atau redup mengingat hujan sudah mulai menunjukkan identitasnya. Terbayang esok, bagaimana suasana hari pertama setelah liburan. Pastinya siswa dan guru akan melepas kangen, sambil bertukar cerita pengalaman liburan kali ini. Rasanya tidak bertemu dua minggu saja sudah banyak cerita yang tertunda yang ingin dibagi-bagikan ke sahabat, teman bahkan “musuh” kita sekalipun. Tidak cukup waktu yang tersedia untuk menampung cerita dari masing-masing individu yang saling berlomba mengobral asa, rasa dan cerita liburan mereka.

Bagi saya, liburan kali ini tidak terlalu berbeda dengan liburan bulan Juni lalu. Rencana pergi jauh pun harus digagalkan karena berbagai hambatan. Akhirnya saya memutuskan untuk berlibur di rumah, sekitar rumah, dan sekitar tetangga rumah! :)

Dua hari pertama liburan, alhamdulillah ada training di Purwakarta, sehingga waktu yang hanya dua hari itu pun saya manfaatkan untuk menimba ilmu sekaligus berlibur menepis penat. Berkenalan dengan orang-orang baru sangat membawa warna baru di kehidupan saya. Bercengkrama dengan sesama guru yang haus ilmu membawa pencerahan yang positif di liburan kali ini.

Liburan hari ketiga, saya tinggal di rumah saja. Kebetulan putra saya berlibur di rumah kakak saya bersama sepupu-sepupunya yang lain. Otomatis, saya benar-benar menjadi “jomblo”, seorang ibu yang ditinggal anaknya berlibur. Hampir seminggu putra saya di sana, sehingga saya pun merasakan kebosanan tingkat tinggi! Untuk mengisi waktu saya, akhirnya saya pun mengontak teman saya untuk sekedar mengisi waktu. Akhirnya, kami pun memutuskan untuk menonton film. Hiburan yang lumayan murah selama liburan! Film pertama yang  saya tonton adalah “Hafalan Sholat Delisa” bersama teman-teman saya dan putra-putri mereka. Sementara saya? Layaknya jomblo, datang lenggang kangkung, seolah tanpa beban! Padahal sih saya iri juga ga bisa bawa anak saya ikut nonton!

Hari berikutnya, saya nonton kembali dengan teman saya yang benar-benar masih single! Tontonan kali ini adalah film “Sherlock Holmes”. Film bagus yang layak tonton! Pulangnya. saya memutuskan untuk menginap di rumah kakak saya, karena esok harinya kami akan berlibur bersama putra saya dan dua keluarga kaka saya ke Taman Mini Indonesia Indah.

Tiba saatnya putra saya kembali ke rumah. Rumah sudah kembali ramai. Masalahnya adalah mulai terjadi kembali perseteruan antara nenek dan cucu! Persaingan memperebutkan remote control TV! Yah, hal ini memang hampir terjadi setiap hari. Padahal, jika tidak ada saya, keduanya terkesan akrab dan baik-baik saja. Tapi, setiap ada saya, maka akan muncul kejadian-kejadian yang kadang membuat kita pusing! Beginilah saya rasa kejadian yang dialami oleh para ibu yang bekerja. Setiap kita di tempat kerja, anak-anak kita akan saling melindungi satu sama lain. Tapi, ketika ibu mereka kembali dari kantor, ada saja keributan yang muncul. Seolah-olah mereka saling berlomba mencuri perhatian sang bunda. Mengingat para ibu sudah lelah dari kantor, maka kadang emosi itu tidak terbendung! Akhirnya pergumulan antara ibu dan anak pun tidak terhindarkan! Mau si ibu begini, mau si anak begitu. Maka, rumah akan menjadi sepi tatkala sang penghuni sudah terlelap tidur. Sebelum waktu tidur tiba? Jangan harap rumah akan sepi dari teriakan, tangisan anak, keisengan mereka, omelan kita, dsb.

Saya sendiri kadang tidak bisa pergi kemana-mana tanpa mendapat ijin dari putra saya. Saya mau pergi, dia melarang. Saya ajak pergi, dia tidak mau. Saya minta dia main di luar, katanya tidak ada teman! Intinya putra saya ingin selalu dekat dengan saya. Sebenarnya sih sangat wajar, mengingat hanya di waktu liburan seperti inilah dia memiliki waktu yang banyak dengan saya. Namun, kadang sebagai orang tua, kita juga egois, ingin memiliki waktu untuk bisa menyenangkan diri sendiri. Untuk itulah kadang diperlukan jadual kapan waktu khusus untuk dia, kapan waktu khusus untuk saya, dan kapan waktu khusus untuk bersama. Karena, jika tidak ada pembagian seperti itu, saya rasa akan ada bentrokan keinginan antara ibu dan anak. Maka, liburan harus benar-benar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sehingga bisa mengakomodir keinginan ibu dan anak. Rencanakan kegiatan yang dapat melibatkan kesenangan Anda dan anak Anda, sehingga tidak menonjolkan keegoisan masing-masing pihak. Semoga liburan mendatang bisa menjadi liburan yang lebih menyenangkan! Insya Allah…:)

Bagaimana dengan Anda?

About these ads

One thought on “Bagaimana liburan Anda kali ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s